https://ashiha.stikes-pialasakti.ac.id/index.php/as-shiha/issue/feedAs-Shiha : JOURNAL OF MEDICAL RESEARCH2026-02-09T08:04:12+00:00Nofri Zayaninofrizayani11@gmail.comOpen Journal Systems<p>Ashiha adalah publikasi ilmiah yang memuat hasil penelitian dan kajian pemikiran dalam bidang ilmu kesehatan, serta kegiatan lainya yang relevan. Ashiha diterbitkan oleh STIKes Piala Sakti Pariaman dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. format terbitan mulai mengikuti standar dasar e-journal direktorat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Ditjen Dikti.</p>https://ashiha.stikes-pialasakti.ac.id/index.php/as-shiha/article/view/148PENGARUH BIMBINGAN GYMBALL TERHADAP KEMAJUAN PERSALINAN DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN HJ. YETTI LATIF S.ST LUBUK ALUNG TAHUN 20252025-12-31T14:03:35+00:00NOFRI ZAYANInofrizayani11@gmail.comMIFTAKHUL ZANAHnofrizayani11@gmail.comMAWARNI AZZAROVI AT-THARIQnofrizayani11@gmail.com<p>Lebih dari 85% kelahiran berlangsung secara normal dan 15- 20% disebabkan oleh penyakit serta komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan dan melahirkan. Kebanyakan kasus ibu hamil yang harus dirujuk akibat partus lama yang mengakibatkan situasi darurat bagi ibu dan bayi. Penggunaan <em>Gymball</em> merupakan teknik untuk memperbesar ukuran rongga pelvis dengan cara menggoyangkan panggul di atas bola, yang terbukti efektif dalam merespons rasa sakit dan memperpendek durasi persalinan pada fase aktif kala I. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak bimbingan <em>Gymball</em> terhadap perkembangan persalinan di PMB Hj. Yetti Latif S. ST. Jenis penelitian adalah kuantitatif quasy eksperimen dengan desain studi kasus <em>one shoot (post test only)</em>. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 20 Agustus - 10 September tahun 2025. Sampel yang digunakan berjumlah 22 ibu melahirkan dengan teknik total sampling, dan dianalisis dengan uji statistik <em>one sample t test.</em> Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan menggunakan <em>Gymball</em> dapat mempercepat kemajuan persalinan, di mana primigravida memiliki rata-rata 5,86+2,116 dan multigravida mencapai rata-rata 3,53+1,302. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan dari bimbingan <em>Gymball</em> terhadap kemajuan proses persalinan di PMB Hj. Yetti Latif S. ST pada tahun 2025 dengan nilai p-value = 0.000 < 0.05. Sarannya, dapat diterapkan bimbingan gymball pada praktik bidan untuk memperlancar partus lama pada ibu yang akan melahirkan sehingga mengurangi angka morbiditas dan mortalitas pada ibu hamil serta neonatal.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 https://ashiha.stikes-pialasakti.ac.id/index.php/as-shiha/article/view/149HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI IMPLAN DI PUSKESMAS AIR SANTOK TAHUN 20252025-12-31T15:39:30+00:00PRASETYANINGSIHprasetyaningsih29@gmail.comRIKA ASTRIA RISHELprasetyaningsih29@gmail.comNOR FARAH NATASYAprasetyaningsih29@gmail.com<p>Kontrasepsi implan merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif dan aman. Namun penggunaan kontrasepsi implan di Indonesia masih cukup rendah sekitar 7.3%, Hal ini lebih rendah dibandingkan dengan kontrasepsi suntik sekitar 35.3%, pil 30.5%, IUD15.2%. Pemakaian kontrasepsi implan dipengaruhi oleh banyak faktor di antaranya adalah tingkat pengetahuan dan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap Ibu dengan penggunaan alat kontrasepsi implan di Puskesmas Air Santok tahun 2025. Penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dengan pendekatan <em>Cross Sectional</em>. Penelitian dilakukan pada tanggal 25-30 Agustus 2025 di Puskesmas Air Santok. Sampel penelitian sebanyak 31 psangan usia subur. Uji statistik menggunakan Chi Square taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh yaitu 17 (54.8%) responden memiliki pengetahuan baik, lebih dari separuh yaitu 16 (51.6%) responden memiliki sikap negatif, dan lebih dari separoh 18 (58.1%) responden tidak memakai kontrasepsi implant. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan dengan pemakaian alat kontrasepsi implant Puskesmas Air Santok (p-<em>value</em> = 0.014) dan terdapat ada hubungan yang bermakna antara sikap ibu dengan dengan pemakaian alat kontrasepsi implant Puskesmas Air Santok (p-value = 0.019). Saran, tenaga kesehatan dapat lebih gencar lagi mensosialisasikan manfaat positif kontrasepsi implan, terutama pada wanita yang memiliki kesibukan harian yang padat dan tidak memungkinkan mengurus anak penuh waktu.</p> <p><strong><em> </em></strong></p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 https://ashiha.stikes-pialasakti.ac.id/index.php/as-shiha/article/view/150PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMKN 2 PARIAMAN 2025-12-31T15:46:15+00:00NOFRI ZAYANInofrizayani11@gmail.comATIKA PRADANA YUNTARISAnofrizayani11@gmail.comAMANDA PUTRInofrizayani11@gmail.com<p>Kebersihan pribadi selama menstruasi mencakup berbagai tindakan atau upaya yang ditujukan untuk menjaga dan merawat tubuh serta organ reproduksi perempuan. Remaja terutama rentan mengalami masalah kesehatan reproduksi akibat kurangnya pengetahuan mengenai kebersihan menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dampak promosi kesehatan terhadap pengetahuan remaja perempuan mengenai kebersihan pribadi selama menstruasi di SMKN 2 Pariaman. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasy eksperimental yang menerapkan model <em>pretest-posttest</em> pada satu kelompok. Penelitian dilaksanakan di SMKN 2 Pariaman dengan metode pengambilan sampel random sampling yang melibatkan seluruh 74 orang siswa perempuan. Pengumpulan data melalui kuisioner dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Uji statistik yang digunakan yaitu Wilcoxon range test taraf 5%. <br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi terdapat 49% responden memiliki pengetahuan yang kurang, 45% memiliki pengetahuan yang cukup, dan tidak ada yang memiliki pengetahuan baik. Setelah promosi kesehatan terdapat 64% responden menunjukkan pengetahuan yang baik dan 36% menunjukkan pengetahuan yang cukup. Kesimpulannnya, pendidikan kesehatan memiliki dampak positif meningkatkan pengetahuan siswa tentang personal <em>hygiene</em> saat menstruasi di SMKN 2 Pariaman (p-value = 0.000). Rekomendasinya, diharapkan siswa dapat selalu menjaga personal hygine diri terutama pada saat menstruasi.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 https://ashiha.stikes-pialasakti.ac.id/index.php/as-shiha/article/view/153PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MASA NIFAS TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PERAWATAN MANDIRI IBU NIFAS DI BPM YETTI LATIF, S. ST LUBUK ALUNG 2025-12-31T18:02:42+00:00MIFTAKHUL ZANAHmiftahuljannaah10@gmail.comYARNITAmiftahuljannaah10@gmail.comSYALITA ROSANTImiftahuljannaah10@gmail.com<p>Infeksi pada masa nifas merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu dan masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Masa nifas adalah periode yang sangat rentan terhadap infeksi karena kondisi tubuh ibu masih dalam proses pemulihan serta adanya luka pada jalan lahir maupun bekas operasi caesar. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan diri, pakaian, dan lingkungan, serta menerapkan perawatan mandiri seperti mandi secara teratur, mengganti pakaian dalam, dan menjaga kebersihan vulva hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan masa nifas terhadap pengetahuan ibu tentang perawatan mandiri di BPM Yetti Latif, S.ST Lubuk Alung tahun 2025. Desain penelitian menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 20 orang ibu nifas 40 hari. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang digunakan untuk menilai tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan terdapat 18 responden (90%) dengan pengetahuan rendah. Setelah diberikan pendidikan kesehatan, sebanyak 11 responden (55%) memiliki pengetahuan cukup. Uji statistik t-test dependen menunjukkan nilai p value = 0,000, yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan perawatan mandiri ibu nifas.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 https://ashiha.stikes-pialasakti.ac.id/index.php/as-shiha/article/view/154HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KESIAPAN MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM MELAKUKAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) DI STIKES PIALA SAKTI PARIAMAN2026-01-01T07:21:55+00:00REZKI YETI YUSRArezkiyyusra@gmail.comSRI AMELIATIrezkiyyusra@gmail.comZAHRA SALSABILArezkiyyusra@gmail.com<p>Penanganan henti jantung sangat penting dimahami oleh mahasiswa kesehatan, terutama Keperawatan. Penanganan yang tepat dapat menyelamatkan nyawa pasien yang kritis yaitu dengan Bantuan Hidup Dasar (BLS). BLS merupakan kompetensi penting bagi tenaga kesehatan, termasuk mahasiswa keperawatan. Penelitian ini mengkaji korelasi antara pengetahuan dan kesiapan mahasiswa keperawatan di Sekolah Tinggi Kesehatan Piala Sakti Pariaman untuk melaksanakan BLS. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitis dengan metodologi cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 45 mahasiswa keperawatan terpilih. Penelitian ini menggunakan kuesioner <em>Google</em> <em>Form</em> untuk mengumpulkan informasi mengenai pengetahuan dan kesiapan mahasiswa untuk melaksanakan Bantuan Hidup Dasar (BLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pemahaman yang substansial tentang BLS (84,4%) dan menunjukkan kesiapan yang signifikan untuk melaksanakan BLS (73,3%). Kesiapan mahasiswa untuk melakukan BLS sangat berkorelasi dengan tingkat pengetahuan mereka, menurut uji statistik Chi-Square (p = 0,010). Pengalaman pribadi seperti pelatihan Bantuan Hidup Jantung Trauma Dasar (BTCLS) juga memengaruhi kesiapan. Penelitian ini menunjukkan bahwa agar mahasiswa keperawatan dapat melakukan BLS, instruksi sangat penting. Untuk mempersiapkan siswa secara efektif menghadapi krisis, pelatihan berbasis praktik, termasuk latihan dan simulasi, sangat diperlukan.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://ashiha.stikes-pialasakti.ac.id/index.php/as-shiha/article/view/155HUBUNGAN POLA MAKAN DAN TINGKAT STRESS DENGAN KEJADIAN GASTRITIS PADA PASIEN RAWAT INAP RSUD PROF. M. YAMIN PARIAMAN 2026-01-01T14:03:12+00:00ALPICESdpkasmor@gmail.comDEPERMAN KASMORAdpkasmor@gmail.comFAUZI AL FIKIdpkasmor@gmail.com<p>Penyakit gastritis sering dijumpai dengan prevalensi yang tinggi di masyarakat. Berbagai faktor risiko dapat memicu gastritis, termasuk pola makan yang kurang sehat dan kondisi psikologis seperti stres. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pola makan dan tingkat stres dengan kejadian gastritis pada pasien rawat inap di RSUD Prof. H. Yamin. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Sampel terdiri dari 55 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling probabilitas. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mengukur pola makan, tingkat stres, dan kejadian gastritis. Penelitian dilaksanakan di Nagari Balah Air Timur pada 15–22 September 2025, dan data dianalisis menggunakan uji Chi‑Square. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara pola makan dan kejadian gastritis pada pasien di Bangsal Penyakit Dalam dan Bedah RSUD Prof. M. Yamin Pariaman tahun 2025 (uji Chi‑Square p = 0,730; p > 0,05). Demikian pula, tidak ditemukan hubungan bermakna antara tingkat stres dan insiden gastritis (uji Chi‑Square p = 0,092; p > 0,05). Dengan demikian, penelitian ini tidak memperlihatkan kaitan signifikan antara pola makan maupun tingkat stres dengan kejadian gastritis pada pasien yang dirawat di bangsal tersebut pada tahun 2025. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kaitan pola makan dan stres dengan gastritis serta sebagai rujukan bagi responden untuk menjaga pola hidup sehat, khususnya kebiasaan makan.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://ashiha.stikes-pialasakti.ac.id/index.php/as-shiha/article/view/160HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN LANSIA YANG MENGALAMI ARTHRITIS RHEUMATOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMAU PURUT KABUPATEN PADANG PARIAMAN2026-02-09T05:33:43+00:00FAJRI FEBRINI AULIAauliafajrifebrini@gmail.comSYAHRULsyahrul.mkes@gmail.comAULIA RIZKI UTAMIauliafajrifebrini@gmail.com<p><em>Rheumatoid arthritis</em> merupakan salah satu penyakit autoimun kronis yang banyak dialami lansia dan dapat menimbulkan masalah psikologis berupa kecemasan. Dukungan keluarga berperan penting dalam menurunkan tingkat kecemasan lansia. Tujuannya untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada lansia penderita <em>rheumatoid arthritis</em> di wilayah kerja Puskesmas Limau Purut Kabupaten Padang Pariaman tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 66 orang lansia usia 45–65 tahun yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dukungan keluarga dan <em>Geriatric Anxiety Scale</em> (GAS). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square, namun karena terdapat lebih dari 20% sel dengan <em>expected count</em> <5, maka hasil penelitian menggunakan uji alternatif <em>Likehood Ratio</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga sedang (40,9%) dan tingkat kecemasan sedang (43,9%). Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan lansia (p = 0,001; p < 0,05). Kesimpulannya dukungan keluarga yang baik dapat menurunkan tingkat kecemasan pada lansia penderita <em>rheumatoid arthritis</em>, sehingga keterlibatan keluarga dalam perawatan lansia sangat diperlukan dan keluarga diharapkan lebih aktif meningkatkan dukungan emosional, informasi, dan instrumental terhadap lansia untuk membantu mengurangi kecemasan.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://ashiha.stikes-pialasakti.ac.id/index.php/as-shiha/article/view/161PENERAPAN MESSAGE PUNGGUNG UNTUK MENGURANGI LOW BACK PAIN BAGI LANSIA DI WILAYAH PUSKESMAS PADANG ALAI TAHUN 20252026-02-09T05:59:54+00:00MECHI SILVIA DORAmechidora.88@gmail.comALPICESalpices78@gmail.comYENI MARLINAmechidora.88@gmail.com<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong> </strong></p> <p>Low Back Pain merupakan keluhan umum pada lansia yang dapat menurunkan mobilitas, kualitas tidur, dan kenyamanan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas <em>massage punggung</em> dalam menurunkan nyeri punggung pada lansia di Puskesmas Padang Alai. Subjek penelitian adalah Ny. R, lansia berusia 50 tahun, dengan keluhan nyeri punggung bawah yang menjalar hingga lutut dan disertai rasa kebas pada kaki. Pendekatan penelitian menggunakan <em>case study</em> dengan siklus asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil observasi sebelum intervensi pada hari pertama menunjukkan intensitas nyeri skala 5 (0–10), kesulitan mobilitas, ketegangan otot sedang, dan reaksi emosional gelisah/protektif. Selama pelaksanaan massage, pasien menunjukkan respons relaksasi, penurunan ketegangan otot, pernapasan lebih tenang, dan mengantuk. Evaluasi post-massage pada hari pertama dan kedua menunjukkan nyeri berkurang signifikan menjadi skala 2, mobilitas membaik, ketegangan otot menurun, dan pasien terlihat tenang serta mampu mempraktikkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri. Pada hari ketiga, intervensi dihentikan karena pasien telah mencapai kriteria hasil yang ditetapkan, yaitu nyeri minimal, mobilitas stabil, dan pasien dapat menerapkan teknik pengurangan nyeri secara mandiri. Kesimpulannya, <em>massage punggung</em> efektif dalam mengurangi nyeri punggung, meningkatkan mobilitas, menurunkan ketegangan otot, dan dapat dihentikan setelah pasien mencapai hasil yang optimal. Intervensi ini direkomendasikan sebagai metode non-farmakologis rutin untuk lansia di Puskesmas Padang Alai.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://ashiha.stikes-pialasakti.ac.id/index.php/as-shiha/article/view/162ASUHAN KEPERAWATAN HOMECARE PADA Ny.S DENGAN PEMBERIAN SEDUHAN AIR BAWANG PUTIH UNTUK MENURUNKAN TEKANANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KURAITAJI TAHUN 20252026-02-09T06:29:31+00:00DEPERMAN KASMORAdpkasmor@gmail.comMECHI SILVIA DORAmechidora.88@gmail.comDOLIANA PUTRIdpkasmor@gmail.com<p>Hipertensi merupakan faktor resiko utama penyakit kardiovaskular yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistemik baik sistolik maupun diastolik. Dikatakan hipertensi jika tekanan darah berada lebih dari 140/100 mmHg.Data WHO 2023 menyebutkan bahwa 1,28 milyar orang berusia 39-79 tahun menderita hipertensi, dan angka ini diperkirakan terus bertambah.Penatalaksaan hipertensi dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis.Terapi non farmakologis dinilai lebih aman,salah satunya melalui pemanfaatan tanaman herbal seperti bawang putih(Allium Sativum L.)Bawang putih mengandung senyawa aktif allicin,ajoene,dan sulfur yang yang berperan dalam menurunkan tekanan darah cara vasodilatasi serta mengencerkan darah.Tujuan dari asuhan keperawatan keperawatan adalah pemberian seduhan air bawang putih untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.Hasil penerapan asuhan keperawatan pada Ny.S menunjukan adanya perurunan tekanan darah setelah diberikan seduhan air bawang putih secara rutin.Metode penelitian berupa studi kasus dengan pengkajian, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan sellama tiga hari (30-01 Selptelmbelr). Intelrvelnsi dilakukan delngan membelrikan relbusan air bawang putih dua kali selhari. Pelmbelrian selduhan air bawang putih telrbukti belrpelngaruh dalam melnurunkan telkanan darah pada pasieln hipelrtelnsi, intelrvelnsi ini dapat dijadikan salah satu telrapi komplelmelntelr yang mudah dan aman untuk ditelrapkan dilingkungan rumah,Selduhan air bawang putih dapat dianjurkan selbagai telrapi tambahan bagi pasieln hipelrtelnsi delngan teltap melmpelrtahankan pola hidup selhat.Pelrawat diharapkan dapat melmbelrikan eldukasi melngelnai cara pelmbuatan selduhan air bawang putih, seldangkan pelnellitian lelbih lanjut diharapkan dapat dilakukan lelbih luas lagi untuk melmpelrkuat elfelktivitasnya.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://ashiha.stikes-pialasakti.ac.id/index.php/as-shiha/article/view/163TELEMEDICINE DI INDONESIA: ANALISIS SISTEM DIGITAL KESEHATAN DAN KEPASTIAN HUKUM2026-02-09T07:18:04+00:00HENDRO ZALMADANIhendro.zalmadani@gmail.comMUHAMMAD FAKHRI RAHMAT MUZAKKIhendro.zalmadani@gmail.comMUHAMMAD RAFIhendro.zalmadani@gmail.comMUHAMMAD RAFIhendro.zalmadani@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital mendorong pemanfaatan telemedicine sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan di Indonesia dengan tujuan meningkatkan akses dan efisiensi layanan kesehatan. Namun, implementasi telemedicine masih menghadapi tantangan terkait kesiapan sistem digital kesehatan dan kepastian hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan telemedicine di Indonesia ditinjau dari aspek sistem digital kesehatan dan kepastian hukum. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan yuridis normatif dan konseptual. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan studi dokumen terhadap peraturan perundang-undangan, kebijakan pemerintah, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telemedicine telah berkembang sebagai alternatif layanan kesehatan digital, namun kesiapan sistem digital kesehatan masih belum optimal, khususnya dalam integrasi sistem dan perlindungan data kesehatan pasien. Selain itu, regulasi yang ada belum sepenuhnya memberikan kepastian hukum yang komprehensif bagi pasien, tenaga kesehatan, dan penyelenggara layanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan telemedicine di Indonesia memerlukan penguatan sistem digital kesehatan yang terintegrasi serta penyempurnaan regulasi guna menjamin mutu layanan, keselamatan pasien, dan kepastian hukum dalam pelayanan kesehatan digital.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://ashiha.stikes-pialasakti.ac.id/index.php/as-shiha/article/view/164HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SELF EFFICACY TERHADAP MENSTRUAL HYGIENE PADA REMAJA PUTRI SMPN 2 PARIAMAN 2026-02-09T07:39:13+00:00YESI MAIFITA28yesimaifita@gmail.comLINDA ANDRIANI28yesimaifita@gmail.comYELSI PUTRI ELVI28yesimaifita@gmail.com<p>Management menstruasi (MHM) merupakan aspek fundamental dalam menjaga kesehatan Reproduksi remaja putri, terutama di masa pubertas yang ditandai oleh perubahan Fisik dan psikologis. Praktik MHM yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko Berbagai gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran reproduksi, keputihan, Vaginitis, dan infeksi saluran kemih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara dukungan keluarga dengan <em>self efficacy</em> terhadap praktik MHM Pada remaja putri di SMPN 2 Kota Pariaman. Metode Penelitian Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional cross-sectional. Penelitian dilakukan di SMPN 2 Kota Pariaman pada Tanggal 21-25 bulan Juli 2025. Sampel yang digunakan Sebanyak 66 responden siswi kelas VIII dan IX SMP N 2 Kota Pariaman. Teknik Pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Instrumen Penelitian menggunakan lembar kuesioner dukungan keluarga dan self efficacy Terhadap menstrual hygiene management. Analisis data menggunakan uji ChiSquare. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat Dukungan keluarga dalam kategori cukup (37,9%) dan self efficacy dalam kategori Sedang (36,4%). Praktik MHM yang baik lebih banyak ditemukan pada responden Yang memiliki dukungan keluarga tinggi dan self efficacy tinggi. Uji statistik Menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan Self efficacy terhadap MHM (nilai p = 0,001), yang berarti bahwa semakin baik dukungan keluarga yang diterima, semakin tinggi pula self efficacy remaja dalam Mengelola kebersihan menstruasi. Kesimpulan dapat disimpulkan bahwa ada terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan self-efficacy yang berkontribusi terhadap perilaku manajemen kebersihan menstruasi di kalangan remaja putri kelas VIII Dan IX SMP N 2 Kota Pariaman.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://ashiha.stikes-pialasakti.ac.id/index.php/as-shiha/article/view/166HUBUNGAN BEBAN CAREGIVER DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN SKIZOFRENIA 2026-02-09T08:04:12+00:00LARASUCI ARINIlarasuci.arini78@gmail.comASMITA DAHLANlarasuci.arini78@gmail.comAGUSTI RAFIKAlarasuci.arini78@gmail.com<p>Skizofrenia merupakan salah satu gangguan mental kronis yang tidak hanya memengaruhi individu yang mengalaminya, tetapi juga memberikan dampak besar terhadap keluarga, baik secara fisik, emosional, sosial, maupun ekonomi. Keterlibatan keluarga sebagai <em>caregiver</em> dalam merawat pasien sering menimbulkan tekanan psikologis akibat tanggung jawab perawatan jangka panjang yang dapat memicu timbulnya kecemasan dan menurunkan kesejahteraan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban <em>caregiver</em> dengan tingkat kecemasan keluarga dalam merawat pasien skizofrenia di Puskesmas Padusunan Kota Pariaman. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian meliputi seluruh keluarga yang merawat pasien skizofrenia di wilayah tersebut, dengan total sampel sebanyak 59 responden yang diambil melalui teknik <em>total sampling</em>. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner <em>Zarit Burden Interview</em> (ZBI) untuk mengukur beban <em>caregiver</em> dan <em>Hamilton Anxiety Rating Scale</em> (HARS) untuk menilai tingkat kecemasan keluarga. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>Chi-Square</em> dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki beban sedang (47,5%) dan mengalami kecemasan ringan (64,4%). Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan signifikan antara beban <em>caregiver</em> dan tingkat kecemasan keluarga. Dengan demikian, semakin tinggi beban perawatan yang dirasakan, semakin besar pula tingkat kecemasan keluarga. <em>Caregiver</em> dianjurkan untuk memperkuat dukungan sosial, membagi tanggung jawab perawatan, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta memperhatikan kondisi psikologis melalui konseling atau kelompok pendukung agar kecemasan dapat terkontrol dengan baik.</p>2025-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026