HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SELF EFFICACY TERHADAP MENSTRUAL HYGIENE PADA REMAJA PUTRI SMPN 2 PARIAMAN
Keywords:
Dukungan keluarga, Self efficacy, Menstrual Hygiene Management.Abstract
Management menstruasi (MHM) merupakan aspek fundamental dalam menjaga kesehatan Reproduksi remaja putri, terutama di masa pubertas yang ditandai oleh perubahan Fisik dan psikologis. Praktik MHM yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko Berbagai gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran reproduksi, keputihan, Vaginitis, dan infeksi saluran kemih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara dukungan keluarga dengan self efficacy terhadap praktik MHM Pada remaja putri di SMPN 2 Kota Pariaman. Metode Penelitian Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional cross-sectional. Penelitian dilakukan di SMPN 2 Kota Pariaman pada Tanggal 21-25 bulan Juli 2025. Sampel yang digunakan Sebanyak 66 responden siswi kelas VIII dan IX SMP N 2 Kota Pariaman. Teknik Pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Instrumen Penelitian menggunakan lembar kuesioner dukungan keluarga dan self efficacy Terhadap menstrual hygiene management. Analisis data menggunakan uji ChiSquare. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat Dukungan keluarga dalam kategori cukup (37,9%) dan self efficacy dalam kategori Sedang (36,4%). Praktik MHM yang baik lebih banyak ditemukan pada responden Yang memiliki dukungan keluarga tinggi dan self efficacy tinggi. Uji statistik Menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan Self efficacy terhadap MHM (nilai p = 0,001), yang berarti bahwa semakin baik dukungan keluarga yang diterima, semakin tinggi pula self efficacy remaja dalam Mengelola kebersihan menstruasi. Kesimpulan dapat disimpulkan bahwa ada terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan self-efficacy yang berkontribusi terhadap perilaku manajemen kebersihan menstruasi di kalangan remaja putri kelas VIII Dan IX SMP N 2 Kota Pariaman.
References
Adniyanita. (2021). Pengaruh self
efficacy terhadap perilaku hidup bersih dan sehat pada remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2), 112–120.
Ainggolan, R., & Tambunan, S. (2023).
Peran keluarga dalam edukasi kebersihan menstruasi pada remaja putri. Jurnal Ilmu Kesehatan Reproduksi, 11(1), 45–53.
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian
Suatu pendekatan praktik (Revisied.). Rineka Cipta.
Badan Pusat Statistik. (2021). Statistik
kesehatan reproduksi Kota Padang. BPS Sumatera Barat.
Departemen Kesehatan RI. (2016).
Pedoman etika penelitian kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI.
Evita Pratiwi. (2020). Studi kasus infeksi
saluran kemih pada anak di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Diagnostik Medis, 7(3), 88–94.
Fadilasani, N., Sari, M., & Ramadhani,
T. (2023). Personal hygiene dan dampaknya terhadap kesehatan reproduksi remaja. Jurnal Kesehatan Remaja, 5(1), 23–31.
Fanisyah Azzahrah Firnanda. (2022).
Hubungan dukungan keluarga dengan perilaku kebersihan menstruasi pada remaja putri. Jurnal Keperawatan Indonesia, 10(2), 67–74.
Firnanda, F.A. (2022). Pengaruh
Dukungan Keluarga terhadap Perilaku Kebersihan Menstruasi pada Remaja Putri. Jurnal Kesehatan Reproduksi Remaja, 10(2), 45–52.
Fitriwati, R., & Arofah, N. (2021).
Pengaruh budaya dan komunikasi orang tua terhadap perilaku kebersihan menstruasi. Jurnal Psikologi Remaja, 6(1), 34–42.
Hamidah, S., Yuliana, D., &Putri,(2022)
Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku kebersihan saat menstruasi. Jurnal Kesehatan Wanita, 8(2), 56–63.
Hako, A., Lestari, D., & Mulyani, S.
(2022). Infeksi saluran reproduksi akibat praktik kebersihan menstruasi yang buruk. Jurnal Epidemiologi Kesehatan, 4(1), 12–19.
Hermawati, E., Sari, D., & Ramlan, T.
(2021). Peran pendidikan dan lingkungan sosial terhadap kebersihan menstruasi. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 9(3), 78–85.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset
Kesehatan Dasar Nasional. Jakarta: Kemenkes RI.
Martini, R., Sari, M., & Yuliani, T.
(2021). Dukungan keluarga dan pengaruhnya terhadap kebersihan diri remaja saat menstruasi. Jurnal Keluarga Sehat, 7(2), 90–98.
Mu’minun, A., Rahmawati, N., & Sari,
R. (2021). Teknik kebersihan area genital selama menstruasi. Jurnal Keperawatan Reproduksi, 6(1), 25–32.
Nabila, S. (2022). Tahapan
perkembangan remaja dan implikasinya terhadap pendidikan kesehatan. Jurnal Psikologi Perkembangan, 5(2), 41–49.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi
penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Rosyida, L. (2020). Perubahan fisik dan
psikologis pada masa pubertas. Jurnal Pendidikan Remaja, 4(1), 15–22.
Rosyida, L. (2021). Konsep diri dan
penilaian sosial pada remaja. Jurnal Psikologi Sosial, 5(2), 33–40.
Santoso, S. (2021). Statistik non
parametrik untuk penelitian kesehatan. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian
kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryana, D. (2022). Pubertas dan
perubahan hormonal pada remaja perempuan. Jurnal Biologi Kesehatan, 3(2), 19–27.
Wahyuni, R., & Syamiyah, N. (2023).
Risiko infeksi akibat kebersihan menstruasi yang buruk. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 9(1), 50–59.







